Jumat, 02 November 2012

Budidaya anggrek peluang usaha meraup rupiah


 Budidaya anggrek saat ini tergolong masih sangat baru bagi kalangan pengusaha tanaman hias terlebih lagi ragam anggrek sangat banyak saat ini, khususnya bengkulu juga memiliki anggrek khas tersendiri yakni Vanda hookeriana, salah satu tanaman hias yang memiliki nilai jual yang tergolong tinggi selain keunikan dan jenis yang begitu indah membuat pecinta tanaman hias ingin memilikinya.
Anggrek vanda hookeriana sendiri salah satu tanaman yang saat ini menjadi andalan dikota bengkulu, Ogi salah satu pembudidaya anggrek jalan kinibalu kebun tebeng bengkulu mengatakan bahwa dalam melakukan penanaman anggrek ini tidak terlalu sulit asalkan selalu rutin dalam perawatan.
“ kondisi lingkungan ataupun cuaca bukanlah halangan untuk membuka usaha anggrek, saat ini diperlukan kreativitas, dan sudah tentu keadaan lingkungan penanaman anggrek harus disesuaikan dengan habitatnya aslinya  contohnya saja bila cuaca panas kita harus mampu mengakalinya dengan paranet agar cahaya matahari tidak menembak langsung , peranan paranet juga sangat efektif mengatur intensitas sinar matahari  dan jika cuaca hujan saat ini kita harus tetap menjaga keadaannya dan paranetlah yang berperan untuk menompang secara langsung agar tetesan air hujan tidak merusak bakal bunga yang akan mulai tumbuh selain itu mencegah gangguan dari luar tanaman seperti halnya dari serangan hama siput” ujarnya
Bengkulu masih tergolong masih sangat sedikit untuk meminati budidaya anggrek ini, bahkan banyak peminat tanaman hias masih enggan untuk menanannya dengan alasan sulit untuk mengembangkannya, anggrek perlu perawatan tersendiri berbeda dengan bibit-bibit seperti tanaman hias.
“ Dari sekian banyak anggrek disini menggunakan arang dan serabut kelapa serta batu bata sebagai penyerap air jika saat penyiraman, jadi kita tidak perlu repot-repot untuk menanamnya dengan menggantungkan tanaman lain, anggrek akan tetap hidup tanpa menggunakan tanah, dalam perawatannya dalam sehari kita harus melakukan penyiraman dua hari sekali saat pagi dan siang hari dan selanjutnya bila anggrek dalam masa pertumbuhan ataupun masih muda harus sering-sering diberikan panas matahari dalam jangka waktu dari pukul 07.00 wib-10.00 wib, bila kita melakukan penjemuran jangan terlalu lama karena akan mengkerdilkan tanaman anggrek tersebut, maka dari itu kita harus tetap menjaga suhunya agar terus stabil selanjutnya tanaman-tanaman tersebut kembali dimasukan dalam paranet agar panas matahari tidak langsung mengenai tanaman. Selain memberikan keuntungan, anggrek juga harus diberi pupuk khusus bila ingin mendapatkan kualitas yang sangat bagus seperti halnya diberikan pupuk perangsang saat mulai tumbuh dan pupuk perangsang saat mulai berbunga, untuk secara alami pupuk perangsang dapat menggunkan air kelapa muda supaya tumbuh kembang jauh lebih sempurna” ,  Tambahnya lagi.
Anggrek mempunyai nilai jual tersendiri beragam harga yang ada memberikan keuntungan bagi yang ingin membudidayakan tanaman tersebut, ogi sendiri dapat menjual hingga jutaan rupiah bila ada pesanan dalam skala besar, ia pun mengatakan untuk satu pot bunga anggrek yang siap kuncup ataupun masih tergolong sedang dihargai Rp.50.000,-, itu pun akan diberi diskon bila pemesanan dilakukan secara borongan belum lagi bila bunga sudah mulai berkembang bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
“ Banyak pelanggan kesini memesan tanpa harus minta untuk diantarkan kebanyakan mereka sendiri yang datang terkadang ada yang tak ingin dipot lagi karena sangat menginginkan anggrek-anggrek ini, dalam seminggu tanaman-tanaman anggrek saya bisa langsung habis bila bunga-bunganya sudah mulai berkembang” tambah ogi.(mg-amd)

Meraih untung dari mengolah ban bekas menjadi barang bernilai


Ban bekas bagi sebagian orang merupakan limbah yang tidak layak untuk digunakan lagi tapi ditangan sutrimo pria berumur 45 tahun asal pati jawa tengah ini bisa disulap menjadi menjadi barang yang bernilai tinggi, selain itu dari sebuah ban bekas tersebut bisa ia manfaatkan menjadi barang-barang yang bisa dipergunakan lagi.
“ saya merintis usaha ini sejak tahun 1994, kebetulan saya membuka usaha ini hanya sekedar untuk untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena semakin meningkat dan permintaan kian bertambah akhirnya usaha ini saya kembangkan lebih besar lagi, dengan dibantu 4 karyawaan saat ini”, ujar sutrimo.
Usaha yang selama ini ia tekuni sangat berbuah manis, karena peluang usaha ban bekas yang terletak di jalan manggis kelurahan panorama ini sangatlah menjanjikan dari sekian banyak ban yang ada pasti bisa digunakan kembali, seperti halnya ban bekas yang ada dapat dibentuk kursi, meja, Bak (Tempat penampungan air), pot bunga, kawat, sendal, ayunan, tempat sampah, tali derek untuk menimba air dan tali (Per)  bahan dasar untuk pembuatan tempat duduk seperti sofa.
“ Dalam dua hari saya bisa membuat kursi dan meja satu paket sesuai pesanan, untuk nilai jual sangat beragam karena kursi ini ditentukan dengan bentuk ukiran dan pewarnaan serta tingkat kerumitan pembuataannya, contohnya untuk sebuah kursi mampu mencapai Rp.100 ribu, biasanya untuk pesanan kursi dan meja satu set harganya mencapai seperti Rp.500 ribu hingga Rp.800 ribu, pesanan kursi biasanya akan semakin tinggi bila mendekati hari raya lebaran, pesanan yang ada akan berdatangan untuk segera dibuatkan. selain itu bukan ban saja diminati melainkan kawat dari ban  tersebut, karena  pemburu babi sering memesan untuk membuat perangkap dari kawat tersebut, untuk harga kawat mencapai Rp.30 ribu untuk satu gulungnya” ujarnya
Permintaan barang yang dibuat sutrimo saat ini sering diminati karena kualitas barang yang dibeli tidak gampang rusak karena bahan dasar ban terbilang sangat awet, sampai saat ini penjualan produk barangnya sudah didistribusikan ke ruko furniture, mebel dan pesanan dari luar kota bengkulu seperti curup, kepahiang, manna hingga linggau.
“ seperti saat ini musim penghujan mulai tiba, kebanyakan bak air jadi incaran ibu-ibu karena bak sangat bermanfaat untuk menampung air hujan dibandingkan memakai baskom berbahan plastik yang rawan pecah, untuk bak air yang saya buat hanya seharga Rp.60 ribu dijamin tidak mudah bocor ataupun pecah” tambahnya lagi.
Sutrimo sendiri bisa meraup untung hingga jutaan rupiah dalam sebulan untuk keuntungan bisa mencapai Rp.20 juta rupiah, dengan bermodalkan ban bekas yang ia dapat dari penadah, tukang bengkel, ataupun dari hasil pencarian sendiri, dalam sehari saja bisa 10 ban bekas yang datang ketempatnya dengan ukuran yang beragam mulai dari ban fuso, ban mobil, ban motor hingga sepeda semua bisa ia olah dan terpakai.
Untuk harga sebuah ban, sutrimo membelinya dengan harga Rp.20 ribu rupiah untuk ukuran paling besar, kemudian dari ban tersebut dapat dibentuk menjadi sedemikian rupa hingga menjadi barang yang bernilai, dimulai dari memotong, membentuk, mengukir, melipat hingga pengecatan semua dilakukannya dengan sangat tekun.
“saat ini memang usaha yang saya tempuh sangat menjanjikan, dengan modal ban bekas yang ada bisa saya olah dan terpakai, akan tetapi minimnya tenaga kerja yang benar-benar mau menekuni untuk membuat kerajinan ini sangat susah, karena kebanyakan tidak ada yang mau betul-betul belajar, sebenarnya untuk membuat kerajian dari ban ini tidak susah asalkan ada kemauan, kebanyakan anak-anak muda sekarang sudah jarang yang mau belajar apalagi ingin mengetahui bagaimana pembuatan kursi dari ban ini, mungkin pengaruh zaman sekarang tidak seperti saya dahulu ketika merintis usaha ini. sampai sekarang  walaupun saya sebagai pemilik usaha, saya tetap  turut membantu bila ada pesanan apalagi dalam jumlah banyak, maka dari itu dari karyawan yang ada saat ini saya hanya mengandalkan bantuan mereka bila sedang produksi  ditambah dengan anak saya juga yang ikut membantu karena kurangnya tenaga kerja” kata sutrimo.(Mg-AMD)

Hari Batik Nasional Berkah Bagi Penjual Batik Kain Basurek

 

suasana ramainya pembeli disalah satu rumah batik

Hari Batik Nasional  yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober,menjadi peruntungan tersendiri bagi penjual batik Kain Basurek diBengkulu, antusias para pembeli semakin tinggi dengan ikut serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat Bengkulu dengan kain basurek sebagai salah satu warisan budaya yang harus dijaga.

Tingginya permintaan  masyarakat Bengkulu terhadap Batik memberi dampak positif bagi para penjual,selain ikut menghidupkan usaha batik kain basurek dibengkulu juga ikut menanamkan nilai budaya Bengkulu.
Kain basurek sendiri merupakan hasil budaya turun temurun oleh para leluhur terdahulu dikalangan masyarakat Bengkulu,kain basurek atau batik kain basurek pada hakekatnya bermotif huruf kaligrafi bertuliskan huruf gundul,tidak hanya itu,motif yang paling menonjol adalah bunga Rafflesia salah satu ciri khas Bengkulu.
Adapun yang pertama mempelopori kegiatan pembuatan kain basurek adalah nyonya asyiya sang penggerak bagi para pengrajin dibengkulu yang ia kembangkan bagi masyarakat Bengkulu agar memiliki daya terampil dalam membuat kerajinan ini,telah banyak didirikan dan cabang-cabang agar kain basurek mempunyai daya jual serta yang tinggi untuk masyarakat luar tentang budaya yang dimiliki Bengkulu,telah kita ketahui peninggalan seperti ini harus dibudayakan karena telah lama dikembangkan sejak zaman kerajaan-kerajaan yang ada di Bengkulu  yang telah meninggalkan hasil-hasil budaya yang tinggi dan luhur nilainya,salah satu wujud diantaranya adalah kain basurek.  
“Kain basurek memiliki beberapa motif khusus yaitu motif kaligrafi,motif pohon hayat,motif rembulan,namun seiring berjalannya waktu motif ini mulai mengalami perubahan sesuai keinginan konsumen,contohnya saja motif kaligrafi  digabungkan dengan motif kupu-kupu,dahulu motif-motif lama hanya diperuntukan bagi kaum adat dan penjabat,maka dari itu untuk mencakup semua golongan strategi seperti inilah salah satu upaya untuk meningkatkan penjualan” ujar Citra,penjual batik kain basurek Limura.Bengkulu.
Dari segi pembuatan,kain basurek memiliki tiga tehnik,yang pertama printing dengan menggunakan teknologi mesin untuk hasil produksinya,karena dari segi produksi tergolong besar dan hanya bisa dilakukan di jawa,untuk seluruh Indonesia,saat ini Bengkulu masih belum mampu untuk menggunakan teknologi tersebut.yang kedua cap,pembuatannya bisa dilakukan dirumah produksi sendiri,dan yang terakhir adalah Hand made(Buatan tangan) kain basurek dengan hand made atau batik tulis,selain itu batik tulis atau hand made merupakan batik yang lumayan mahal dibandingkan yang lainnya.karena proses pembuatan yang memakan waktu dan lebih rumit.
Citra menambahkan bila rumah produksinya hanya memiliki 3 tenaga ahli,diBengkulu saat ini hanya ada dua tempat yang memiliki fasilitas pembuatan batik,pertama diLimura dan yang kedua Bens Collection.akan tetapi dengan dicanangkannya hari batik nasional semoga masyarakat Bengkulu lebih mencintai produk sendiri tanpa harus keluar kota,walaupun untuk masalah harga tergolong masih bisa dijangkau,contohnya saja untuk kain batik,kami patok harga dari Rp.25.000,-Rp.700.000,-sesuai dengan kerumitan motif,pewarnaan dan tehnik pembuataanya.
Dalam sebulan kami bisa mendapatkan pendapatan lebih kurang Rp.10 juta,terkadang tidak menentu seperti saat ini,untuk memproduksi kain saja kami belum bisa,akibat kemarau kendala air menjadikan produksi kain tidak semaksimal seperti hari biasanya,karena dalam proses pembuatan kain basurek air menjadi bahan penting untuk proses melorot(pelepasan lilin ke kain).selain itu dari segi penjahitan kain basurek,kami menggunakan konveksi khusus dikudus,untuk mendapatkan kualitas yang bagus,maka dari itu mengapa harga kain basurek sedikit lebih mahal,karena diimbingai dengan biaya produksinya meski demikian minat masyarakat Bengkulu masih teregolong besar untuk membeli.tambah citra.
“Kain basurek,memiliki kualitas yang bagus dengan dasar kain katun yang halus,tidak panas ketika dipakai,bagi saya soal harga tidak jadi masalah asalkan sesuai dengan bagusnya barang,kain batik sudah menjadi hal wajib setiap berpakaian kekantor contohnya saja saya sekarang”,ujar indah pembeli kain basurek.
Batik kain basurek merupakan salah satu ikon untuk daerah Bengkulu yang menjadi wujud fisik budaya Bengkulu selain itu fungsi lain dari nilai yang terkandung pada kain basurek berkaitan dengan kehidupan dan keindahan alam dan flora serta fauna.yang memiliki nilai seni penting, dengan adanya peninggalan bersejarah yang sangat penting ini harus dilestarikan bagi generasi kedepan tentang arti budaya bagi masa yang akan datang terutama dengan adanya hari batik nasional saat ini.(.Amd)




Perpustakaan sebagai pondasi penggerak minat baca masyarakat.


 Badan perpustakaan, arsip dan dokumentasi provinsi bengkulu terus melakukan pembaharuan dari buku-buku yang ada, guna  menciptakan kesadaran pada masyarakat tentang pentingnya membaca sebagai pondasi utama untuk pendidikan.
Menurut Husni thamrin Kasub dibagian pelayanan menambahkan sebagain besar buku sering digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian seperti halnya skripsi, selain itu dari sekian banyak buku disini telah diupayakan agar menjadi penunjang bahan pelajaran ataupun pengetahuan baik itu dari kalangan umum, mahasiswa, pelajar hingga tingkat Paud.
Ia menambahakan dari sekian banyak koleksi buku yang dipajang diperpustakaan daerah saat ini, yang paling banyak diminati adalah buku mengenai kelompok ilmu sosial setelah itu buku filsafat dan teknoligi pertanian, dari tingkat antusias pembaca buku tersebut lebih kedalam tingkatan ilmu-ilmu sosial dibandingkan buku mengenai statistik, budaya, ilmu pengetahuan alam dan hukum.
Untuk saat ini perpustakaan daerah telah memiliki 46 ribu eksemplar koleksi buku dari berbagai kategori bidangnya masing-masing dan telah memiliki banyak judul buku sebanyak 27 ribu judul untuk saat ini.
“ 3 tahun terakhir kita membeli buku dari anggaran dana APBD, karena seiring berkembangan dan kemajuan pengetahuan yang ada maka bahan bacaan yang ada harus disesuaikan agar tidak ketinggalan lagi, dengan demikian pembaca ataupun pengunjung mendapatkan informasi-informasi yang baru, selain itu tidak hanya dari pembelian  buku-buku saja untuk menambah koleksi diperpustakaan melainkan  dari lembaga lain yang turut serta menyumbang koleksi buku mereka untuk perpustakaan daerah, karena sesuai aturan pemerintah dalam  undang-undang no 4 tahun 1990 menyatakan bahwa setiap penerbit baik itu lembaga pemerintah ataupun swasta itu harus mempunyai kewajiban menyerahkan hasil pra cetak nya ke perpustaakan, contohnya saja tahun 2011 kemarin perpustakaan ini mendapat bantuan dari unib tentang buku-buku hasil penelitian” ujarnya
Perpustakaan daerah sendiri bekerja sama dengan penerbit buku akan menyelenggarakan acara pameran dan bursa buku murah pada tanggal 17-18 oktober 2012, diantaranya adalah buku dari penerbit  seperti Erlangga, Aneka ilmu, Gramedia, Intan prawira, Tiga serangkai, Yudhistira dan Zaldi tujuannya untuk menggerakan para pembaca tentang pentingnya buku selain itu pihak penerbit juga  memberikan potongan harga hingga 70% kepada pembeli.
Acara bazar yang akan diselenggarakan selama 2 hari tersebut sangat didukung positif oleh pengunjung karena selain buku yang ditawarkan murah juga ikut meramaikan perpustakaan daerah untuk menambah minat baca disetiap lapisan masyarakat kota bengkulu.
“ Acara seperti ini memang bertujuan menciptakan masyarakat yang gemar membaca,  selain itu pada tahun 2015 nanti perpustakaan daerah akan mencanangkan program gemar membaca, tidak hanya ditekankan dikota melainkan juga didesa dengan demikian masyarakat yang sulit mendapatlan akses membaca bisa mendapatkan kesempatan melalui program ini dan tentunya meningkatkan masyarakat bengkulu yang maju, seperti halnya program yang sudah berjalan adalah perpustakaan keliling dan pembangunan perpustakaan desa” tutupnya.(AMD)

Selasa, 29 Mei 2012

PAMERAN BENGKULU EXPO


PHOTO ESSAY

1.KERAJINAN PAHATAN BATU TABA PENANJUNG
Masyarakat taba penanjung dikenal mahir dalam seni memahat batu ,sepert yang kita ketahui banyak sepanjang jalan lintas Bengkulu dan Curup sering warga setempat menjajakan hasil kreasi mereka dalam bentuk pahatan batu,batu-batu yang digunakan dalam proses pembuatan seni ini menggunakan jenis batuan andesit yang sering digunakan untuk membuat gilingan cabai,selain itu berbagai furniture yang mereka buat seperti hiasan patung,asbak,miniature dan lain-lainya.


2.STAND PENERBANGAN DINAS PERHUBUNGAN KOTA BENGKULU
Dinas perhubungan ikut serta dalam pameran Bengkulu expo,disana mereka memberikan arahan simulasi proses penerbangan dan memberikan informasi-informasi mengenai laju penerbangan yang dilakukan dibengkulu,selain itu rencana dinas perhubungan dalam pameran Bengkulu expo ini ialah ingin membuat rencana induk bandar udara fatmawati dalam skala nasional dengan membangun perluasan tempat.


3.HANDICRAFT KOTA BENGKULU
Kerajinan-kerajinan lainnya yang ada dibengkulu adalah kesenian batik basurek,handicraft ini terbetuk atas kerjasama dari OASE GALLERY ,disana banyak kerajinan-kerajinan yang dibuat oleh-oleh ibu rumah tangga,selain batik,hasil kerajinan lainnya adalah anyaman kulit pisang yang dibentuk menjadi keranjang,topi dan accesoris lainnya.


4.STAND PERKEBUNAN KARET AIR MURING
Stand ini merupakan bentuk apresiasi para pekerja setempat untuk memberikan wawasan dan pengetahuan cara bercocok tanam karet secara maksimal seperti yang kita ketahui kebanyakan peralatan yang digunakan para petani kebun karet cendrung menggunakan metode lama,mereka menjelaskan bagaimana agar dalam proses pengambilan karet dapat sempurna.serta berbagai peralatan yang bisa berguna untuk dijadikan peralatan berkebun tersebut.


5.STAND PENANGGULANGAN BENCANA
Ini merupakan stand yang dibuat untuk memberikan arahan pada masyarakat bagaimana bentuk-bentuk penyelamatan bila sedang terjadi musibah atau bencana,disana mereka menjelaskan apa saja yang dilakukan badan penanggulangan bencana sedang terjadi musibah seperti jembatan hancur,jalan rusak ataupun masalah tanggul perairan,Badan Nasional Penanggulangan Bencana merupakan bentuk kedua dari Dinas PU,karena selain membantu bencana alam juga ikut serta memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak.